Gardening

REVIEW 10 JENIS SAWI LEZAT MUDAH DITANAM

Hai teman berkebun, kembali lagi bersua virtual via aksara dengan MGB Garden. Semoga teman-teman sehat selalu di manapun berada ya. Kali ini saya akan bercerita tentang 10 jenis sawi yang pernah saya tanam di kebun.

aneka sawi yang ditanam hidroponik, 10 jenis sawi
aneka sawi yang saya tanam secara hidroponik

Sawi adalah sayuran yang digemari hampir semua orang Indonesia khususnya dan Asia pada umumnya. Sampai-sampai di Melbourne kalau saya ke supermarket atau pasar, mereka menyebut sawi-sawian ini sebagai Asian Greens. Ya memang orang Asia paling senang dengan tekstur segar renyahnya sawi ya. Jika dibandingkan dengan sayuran “bule” seperti swiss chard, mizuna, rocket dan lain-lain rasa sawi menurut saya jauh lebih nikmat… Apalagi dicampur dengan mie ayam, wuihhh… mantap jaya!

aneka sawi, 10 jenis sawi
sawi-sawi yang saya tanam di kebun

Di Indonesia sawi mudah dibudidayakan baik di dataran rendah mupun tinggi. Baik di pekarangan rumah maupun di lahan pertanian. Baik secara konvensional maupun system hidroponik. Pengolahannya pun juga beragam, mulai dari sayuran berkuah, tumisan, rebusan, lalapan hingga jus sayur pun bisa. Sawi-sawian umumnya bisa dipanen umur 25-30 hari setelah tanam. Cukup cepat pertumbuhannya dan mudah ditanam oleh pemula sekalipun.

sawi batang putih dan sawi nai bai, 10 jenis sawi
sawi yang ditanam dengan media tanah di pot talang

Yuk langsung saja kita simak jenis-jenis sawi yang ada di pasaran dan bisa kita tanam di pekarangan rumah. Check it out!

1. Sawi Manis
Sawi manis atau yang lebih dikenal sebagai caisim adalah jenis sawi paling popular. Kita biasa menemuinya pada makanan sehari-hari seperti bakso, mie ayam, capcay dan nasi goreng. Ciri khas caisim adalah tangkainya yang panjang dan renyah. Jika teman-teman ingin menanam caisim berikut ini adalah merk yang mudah kita temui di pasaran. Teman-teman bisa membeli secara online di marketplace maupun di toko-toko pertanian terdekat. Diantaranya adalah caisim tosakan & caisim Shinta (Cap Panah Merah); caisim Sawitri, Puteri & Dora (Bintang Asia); caisim Shanghai F1 (New Day Seeds), caisim Glory (Benih Jawara), dan caisim Saina (Benih Dramaga IPB).

sawi manis. caisim, 10 jenis sawi
sawi manis atau caisim memiliki banyak penggemar

2. Sawi Batang Putih
Jenis sawi ini memiliki daun yang lebih tebal dari pada caisim. Batangnya berwarna putih dan lebih besar dan padat dari pada caisim. Ketika memakan batangnya, rasanya puas sekali karena renyahnya itu terasa sekali teman-teman. Sama seperti caisim jenis ini mudah tumbuh di dataran rendah sekalipun. Beberapa merk yang beredar di pasaran antara lain sawi Dakota (Cap Panah Merah), New White Light (Known You Seeds), sawi Serena & Cakcoy (Bintang Asia).

sawi batang putih, 10 jenis sawi
sawi batang putih salah satu favorit saya

3. Pakchoy
Ada yang menyebut pakchoy sebagai sawi sendok. Hal ini karena bentuk batangnya yang melebar seperti sendok. Postur pakchoy yang pendek berisi memang terlihat cantik dan menarik untuk ditanam di pekarangan rumah. Pakchoy bisa dipanen saat remaja bisa pula yang dipanen saat dewasa. Megikuti selera yang tanam saja. Kalau saya suka memanen saat agak muda agar rasanya lebih manis.
Merk pakchoy yang beredar di pasaran antara lain pakchoy Nauli F1 (Cap Panah Merah). Ching Chiang (Known You Seed), Grand Livina (Benih Jawara), Masbro (Bintang Asia) dan Pakchoy PC1 (Benih Dramaga IPB).

sawi pakchoy
pakchoy remaja dan pakchoy dewasa

4. Sawi Bunga
Sawi bunga secara postur mirip dengan caisim namun batangnya lebih tinggi dan menghasilkan bunga walau umurnya masih muda. Daunnya tumbuh dari batang utama dan rasa batang ini kriuk kriuk enak sekali. Berdaging gitu teman-teman.. cocok sekali untuk ditumis atau dijadikan rebusan. Benih yang ada di pasaran adalah sawi bunga Parma (New Day Seed) & Ky Early (Known you Seed).

sawi bunga, choysum, 10 jenis sawi
sawi bunga bertekstur tebal

5. Sawi Merah
Sawi merah memang unik sekali karena daunnya yang berwarna merah kecokelatan. Secara postur mirip dengan caisim dan pakchoy. Maka tak heran dikenal pula sebagai pakchoy merah. Kalau secara rasa sama saja menurut saya. Warna uniknya inilah yang menjadi daya Tarik si sawi merah. Merk yang saya temui di pasaran adalah Pakchoy Merah Xandria F1 (New Day Seed) dan Red Choy F1 (Mr. Fothergill’s).

sawi merah, pakchoy merah
sawi merah cantik sekali

6. Sawi Pagoda
Sawi pagoda memiliki bentuk yang unik sekali. Melebar seperti bunga. Jika daunnya dilepas satu per satu ukurannya lebih pendek dan kecil dari pada sawi yang lain. Daunnya berwarna hijau tua dan sedikit lebih tebal dari pada caisim. Benih sawi pagoda tidak banyak tersedia di pasaran. Oleh karena itu, harganyapun relative lebih mahal dibandingkan caisim, pakcoy ataupun sawi batang putih. Meskipun begitu, menurut saya sawi pagoda layak dicoba bagi para pekebun. Setidaknya bisa dinikmati keindahannya sebelum disantap hehehe… Merk yang bisa ditemui di padsaran adalah Ta Ke Cai (Known You Seed).

sawi pagoda, sawi ta ke cai
uniknya sawi pagoda seperti bunga

7. Sawi Naibai
Sawi Naibai adalah saudaranya sawi pagoda. Bentuknya mini melebar ke samping. Imut-imut lucu sekali. Sawi ini juga dikenal sebagai baby pakchoy karena bentuknya yang mini itu. Bedanya dengan sawi pagoda, sawi naibai memiliki tangkai yang lebih besar dan berdaging. Tangkainya berwarna putih dengan daun hijau tua tebal meliuk-liuk. Rasanya menurut saya seperti sawi batang putih. Merk yang mudah dijumpai adalah Nai Bai (Known You Seed).

sawi naibai
sawi naibai pendek dengan daun keriting

8. Sawi Keriting
Sawi keriting mempunyai daun yang berwarna lebih cerah dan muda diantara sawi-sawi sebelumnya. Tekstur daunnya tipis dan renyah. Oleh karena itu banyak teman-teman yang suka memakannya mentah sebagai lalapan atau campuran jus. Rasanya menurut saya juga lebih ringan, tidak terlalu “sawi” yang ada sedikit pahitnya. Benih yang bisa dicoba antara lain Fun Jen dan San Feng (Known You Seed) & Samhong (Known You Seed).

sawi keriting, sawi samhong, sawi funjen
segarnya sawi keriting cocok untuk dilalap mentah

9. Sawi Pahit
Sawi pahit memiliki tekstur daun seperti sawi batang putih dan sawi manis namun tepi daunnya bergerigi. Rasanya memang ada sedikit pahit-pahitnya tapi menurut saya itu yang bikin enak. Apalagi kalau ditumis dengan cumi asin dan pedas, wooww… mantap sekali! Sawi jenis ini juga biasa digunakan untuk asinan ya. Merk benih yang ada di pasaran diantaranya sawi Majapahit (Bintang Asia), sawi Morakot (Cap Panah merah), sawi Bruto (Garuda Seed), Bau Sin (Known You Seed), sawi Intan (Permata Baru), sawi Maskot (New Day Seed).

sawi pahit, sawi marokot
sawi pahit lezat untuk asinan

10. Sawi Putih
Terakhir adalah jenis sawi putih yang dikenal sebagai Chinese cabbage atau napa cabbage. Jenis ini hanya bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi. Saya coba tanam di Depok tidak bisa membentuk crop dan jadi kerdil. Jenis sawi ini enak sekali dibuat kimchi dan asinan ya teman-teman. Merk yang bisa ditemui di pasaran antara lain Leony F1 (Cap Panah Merah), Autumn Sun (Known You Seed), Yokohama (Chia Thai Seed), dan sawi Sitara (Benih Pertiwi).

sawi putih, napa cabbage, chinese cabbage
sawi putih satu-satunya sawi yang gagal saya tanam (sumber gambar)

Nah itulah teman-teman 10 jenis sawi yang pernah saya tanam. Dari kesepuluh jenis ini yang paling saya suka adalah sawi batang putih dan sawi naibai karena tekstur batangnya yang berdaging dan kress kres saat digigit. Mana yang pernah kalian tanam dan mana sawi favoritmu teman-teman?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *