Gardening

CARA MENANAM LAVENDER DARI BENIH

Hai teman berkebun.. kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya menyemai bunga lavender. Eits.. lavender beneran ya bukan lavender-lavenderan 😊

Jika kita melihat iklan pengharum ruangan atau parfum beraroma lavender pasti kita terpesona sekali dengan hamparan bunga ungu nan menawan. Bunga lavender memang cantik sekali ya. Selain cantik juga mengandung minyak atsiri yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Minyak atsiri ada di dalam daun maupun bunganya dan hanya bisa keluar jika diekstrak. Jika hanya ditanam di kebun lalu berharap seisi rumah bebas nyamuk sepertinya itu berlebihan ya.. hehehe…

Lavandula Swiss Italian Farm, kebun lavender di Melbourne

Oleh karena manfaat dan keunikannya tersebut maka tak heran banyak gardener yang ingin sekali memiliki tanaman lavender. Lavender memang bukan merupakan tanaman tropis, melainkan tanaman subtropics negara 4 musim. Lavender berasal dari Mediterania, namun begitu lavender bisa ditanam di derah tropis termasuk di Indonesia dengan perawatan tertentu. Bahkan, jika sudah beradaptasi lavenderpun bisa berbunga di Indonesia loh.
Secara umum ada 2 cara perbanyakan lavender, pertama secara vegetatif melalui stek batang dan yang kedua secara generatif melalui benih. Kali ini saya akan membahas langkah-langkah cara menanam lavender dari benih yang pernah saya lakukan baik di Indonesia (Depok) maupun di Australia (Melbourne).

English Lavender, jenis yang paling banyak dibudidayakan

Sebelumnya yang perlu teman-teman ingat : LAVENDER ADALAH TANAMAN SLOW GROWER. Pertumbuhannya sangat lambat jika dibandingkan tanaman sayur mayur. Jadi harus siap stok sabar dan komitmen jangka panjang ya.. jangan sampai mengeluh dan menyerah di tengah jalan. Okay? Yuk kita mulai…

Pertama, siapkan benih. Di Indonesia saya menyemai benih lavender repack tanpa merk yang saya beli di e-commerce. Beberapa merk benih yang ada di Indonesia adalah Haira Seeds, Home Garden Seeds dan Daily Farm Seeds. Ketiga benih tersebut belum pernah saya coba tanam ya teman-teman, silahkan baca testimoni dari yang pernah beli dan tanam di kolom review masing-masing produk. Atau jika ada teman berkebun yang pernah coba silahkan tulis di kolom komentar ya… Sedangkan di Melby saya semai benih merk Country Value. Benih lokal Australia. Merk lain yang terkenal dan tidak diragukan kualitasnya adalah Mr. Fothergill’s.

benih lavender yang tersedia di e-commerce Indonesia

Ketika memilih benih perhatikan tanggal kadalurasa, kemasan benih tersegel rapi dan terdapat keterangan tanam atau rawat di kemasannya. Memilih benih repack seperti saya memang lebih berisiko ya dari pada benih yang bermerk. So, jangan ditiru.. kebetulan saja saya beruntung bisa tumbuh 😀

Lavender yang saya tanam di Melbourne merk Country value

Kedua, siapkan media semai. Yups, harus disemai dulu. Tidak bisa langsung tabur aja di tanah trus siram-siram cantik, udah bye.. kaya nanam kangkung ya teman berkebun. Baby lavender itu rapuh, serapuh lagunya Padi Reborn. Media semai yang pernah saya gunakan antara lain: sekam bakar, cocopeat, rockwool dan media tanam khusus semai (yang ini beli jadi di Aussie, jadi abaikan saja). Pemilihan media semai merupakan langkah yang cukup krusial untuk perkecambahan benih lavender. Sebisa mungkin pilih media tanam yang steril, bebas hama penyakit dan hindari pupuk.

Penyungkupan untuk menjaga kelembaban

Ketiga, penyemaian. Taburkan benih di atas media semai lalu siram perlahan hingga benih dan media basah. Kemudian letakkan di tempat teduh tidak terkena sinar matahari langsung. Jika menggunakan media sekam bakar dan cocopeat, sungkup pot dengan plastic bening untuk menjaga kelembaban. Selama proses penyungkupan ini tidak perlu disiram setiap hari. Siram hanya jika media tampak mulai berkurang kelembabannya. Tutup plastik boleh dibuka untuk mengecek kondisi benih dan kelembaban. Penyungkupan dilakukan hingga pecah benih, yaitu muncul bakal akar berwarna putih keluar dari benih. Butuh waktu minimal satu minggu hingga lebih dari satu bulan untuk benih lavender berkecambah. Wow.. sungguh menantang ya teman-teman 😊

Lavender yang mulai sprout ditanam dengan media semai siap pakai
Menyemai lavender di indonesia dengan media cocopeat
menyemai di indonesia dengan media tanam sekam bakar plus cocopeat

Ketika benih sudah sprout atau berkecambah, buka sungkup plastik dan kenakan sinar matahari pagi dan sore. Perhatikan betul cuaca di tempat teman-teman ya.. hindari matahari terik agar benih tidak gosong, layu dan mati. Jika sebagian benih sudah sprout sementara sebagian lagi belum, maka perlakuan mengikuti kondisi mayoritas benih.

Lavender yang tanam di Indonesia sudah siap pindah tanam

Keempat, perawatan bibit. Secara rutin dan bertahap kenalkan semaian dengan sinar matahari. Misalnya seminggu pertama hanya 3 jam pagi hari, jika tanaman terlihat kuat minggu kedua bisa ditambah durasi penjemurannya sambil terus diamati respon tanaman. Penyiraman dilakukan ketika media terlihat agak kering. Jangan sampai terlalu kering dan jangan pula terlalu lembab. Lavender mudah terkena busuk akar jika medianya terlalu lembab.

Lavender di melbourne setelah pindah tanam ke pot yang lebih besar

Kelima, pindah tanam. Ketika tanaman mulai terlihat kuat, tumbuh daun sejati lebih dari 6 helai, atau akar sudah mulai keluar dari lubang pot, bisa kita pindahkan ke pot yang lebih besar. Media yang digunakan adalah sekam bakar dicampur dengan tanah. Perbandingan sekitar 2 bagian sekam bakar dibanding 1 bagian tanah. Ketika memindah tanam, jangan dicabut karena bisa merusak akarnya. Melainkan balik pot semai dan tepuk-tepuk perlahan hingga akar dan media tanam terlepas.

Siramkan larutan B1 untuk tanaman agar lavender mudah beradaptasi. Dosis sesuai petunjuk di kemasan ya. Selama satu atau dua minggu jangan langsung terkena sinar matahari terik. Siram ketika media sudah kering, jangan disiram ketika masih lembab ya.. sekali lagi, lavender sangat mudah terkena busuk akar. Rawat di tempat yang sirkulasi udaranya lancar.

Lavender di Indo setelah pindah tanam ke pot lebih besar

Pemberian pupuk dilakukan ketika tanaman sudah menginjak remaja. Bisa menggunakan pupuk organik maupun anorganik (npk). Beri pupuk sebulan sekali saja dalam jumlah yang sedikit. Overdosis pupuk sama bahayanya dengan over watering ya, so, be careful ..

Di Indonesia, lavender yang saya tanam dari benih belum sampai berbunga sudah mati. Ceritanya waktu itu saya tinggal mudik lebaran semingguan lebih dan dirawat oleh pak kebun. Nah beliau menyiram lavender ini setiap hari.. hikss.. sedih sekali.. Padahal udah lumayan gede teman-teman ☹

lavender saya di indonesia sudah sebesar ini mati hiks.. sediiihhh…

Sedangkan lavender yang saya tanam di Melbourne berbunga untuk pertama kalinya umur 8 bulan setelah semai. Bunga yang dihasilkan hanya 2 kuntum saja dan kecil-kecil. Lalu pada tahun berikutnya, 15 bulan setelah semai, lavender saya berbunga lagi. Kali ini bunganya jauh lebih banyak. Ada yang cukup besar ada yang kecil. Awalnya ketika musim dingin saya kira dia akan mati karena terlihat tidak ada pertumbuhan. Bahkan kondisinya cenderung menurun. Namun memasuki musim semi luar biasa cepat pertumbuhannya seiring dengan menghangatnya cuaca dan melimpahnya sinar matahari.

Tahun pertama lavender berbunga di Melbourne (8 bulan setelah semai)
Tahun kedua (15 bulan setelah semai) bunganya makin banyak

Nah itulah teman-teman cerita saya menanam lavender. Memang perlu waktu lama sekali, banyak energi dan kesabaran. Jika teman-teman tidak mau menunggu lama saya sarankan untuk membeli yang sudah jadi tanaman saja. Tapi pastikan membeli tanaman lavender yang asli ya, jangan sampai tertipu. Cara membedakannya bagaimana? Baca di artikel ini ya.. Semoga sharing saya kali ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya…

2 Comments

  • Erni

    Terimakasih sharingnya, selalu bermanfaat dan klik aja ya, saya sedang semai lavender sekarang, baru muncul daun sejati, benih dari Mr. Fothergill’s, ini semai yg ke tiga kalinya, hahaha, dua kali sebelumnya saya banyak wara wiri jadi gagal.
    Semoga sekarang berhasil, saya sudah menyiapkan stok sabar yang banyak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *